Tata Cara Niat Doa Setelah Sholat Dhuha Waktu Latin Dan Artinya

Doa Sholat Dhuha - Pagi hari bukan waktunya untuk bermalas-malasan apalagi rebahan dan tidur pulas, karena jika ada yang seperti itu tentunya akan sangat merugi. Banyak sekali keutamaan dipagi hari, baik berhubungan dengan kesehatan tubuh atau keberkahan hidup dan rezeki. Orang yang selalu menyambut bagi hari dengan menggerakan badan akan lebih terlihat sehat serta bersemngat kuat menghadapi siang harinya dan mereka yang selalu berdzikir dalam menyambut pagi hari akan di bukakan pintu rezeki.

Semua orang sudah paham bahwa pagi hari menjadi awal untuk melakukan berbagai aktivitas, sehingga wajar jika shalat dhuha menjadi amalan sunnah muakad yang selalu nabi saw jalankan semasa hidupnya. Apabila dipagi hari menjalankan sholat maka tubuh pasti tergerakan, rasa ngantuk dan malas akan hilang sehingga tubuh lebih bersemangat menjalani aktivitas siang hari, sehingga umat baginda nabi akan menajadi umat yang kuat. Setiap amalan yang nabi contohkan, tidak hanya sekedar bernialai ibadah saja akan tetapi juga bermanfaat bagi kehidupan umatnya.

Baginda nabi juga tidak menyukai umatnya yang suka tidur di pagi hari, coba tengok salah satu hadist yang menceritakan bahwa suatu ketika baginda nabi pulang sholat subuh dari masjid nabawi dan mendapati puttrinya Fatimah masih tidur, beliau bersabda Wahai anakku, …bangunlah, Saksikan rezeki Tuhan-mu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai, Karena Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya antara terbit fajar dengan terbit matahari.” (HR Ahmad dan Al-Baihaqi).

Tata Cara Niat Doa Setelah Sholat Dhuha Waktu Latin Dan Artinya

Dalam hadits lain juga nabi bersabda: "Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barokah dan keberuntungan." (HR Ath-Thabrani dan Al-Bazzar). Keterangan hadits tersebut dengan jelas menceritakan bahwa pintu keberkahan rezeki berada di pagi hari. Harus dipahami bahwa rezeki itu bukan hanya sekedar uang dan makanan saja, akan tetapi sehat badan, ketenangan hati serta pikiran dan segala hal yang memberikan manfaat itu adalah rezeki.

Sedangkan shalat dhuha sendiri termasuk ibadah yang memiliki manfaat luar biasa, tidak hanya sekedar menjadi amalan pembuka pintu rezeki akan tetapi sebagai shadaqah terhadap diri. Mari tengok salah satu hadits yang di riwayatkan oleh Imam Mualim, isinya begitu luar biasa dan menunjukan keagungan dari shalat dhuha.

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.”[HR Muslim]

Mari mulai sekarang tata pola hidup dengan baik, jangan ada kata malas, ngantuk atau lelah, sebab jika bisa mengaturnya semua itu tidak akan ada. Biasakan tidur lebih awal agar pukul 3 bisa bangun kemudian mandi dan shalat malam kemudian berdzikir menunggu subuh. Setelah subuh bagi orang sibuk bisa mulai dengan beres-beres untuk mempersiapkan pekerjaan sambil menggerakan tubuh, setelah agak siangan sebelum berangkat kerja bisa menjalankan sholat dhuha 2 rakaat, semuanya bisa tertata dengan rapih.

Panduan Sholat Dhuha

1. Waktu Sholat Dhuha

Waktu dhuha yaitu setelah naiknya matahari kira-kira 1 tumbak hingga sebelum tergelincir matahari (waktu dzuhur). Ada banyak pendapat tentang ukuran 1 tumbak diantanya bhwa 1 tumbak kira-kira 12 jengkal ukuran sedang, sepanjang 2,5 meter, selama 1/4 sampai 1/3 jam atau 15-20 menit (sejak matahari terbit). Untuk lebih mempermudah dapat mengacu pada jadwal imsyakiyah dari lembaga-lembaga kredibel seperti RI, MUI, Atau Falakiyah Nu dan lembaga lainnya, biasanya jadwal tersebut sudah mencantumkan waktu terbit matahari.

Cara perhitungannya yaitu, apabila waktu terbit hari tersebut jatuh pada pukul 06:00, tambah 20 menit maka waktu dhuha jatuh pada pukul 06:20. Atau bisa juga dengan cara lain yaitu dengan melihat suatu benda, apabila benda tersebut sudah sama tingginya dengan bayangan maka sudah memasuki waktu dhuha, akan tetapi cara ini tergantung pada cuaca. Dengan demikian maka harus di pahami bahwa awal waktu sholat dhuha ini bukan saat terbitnya matahari melainkan setelah terbit kira-kira tinggi 1 tumbak.

2. Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Untuk jumlah rakaat sholat dhuha sendiri paling sedikit 2 rakaat, lebih bagus 4 rakaat, 6 rakaat dan maksimal 8 rakaat. Dalam pelaksanaannya boleh melangsungkan dhuha empat rakaat satu kali salam, akan tetapi yang lebih utama dikerjakan masing-masing tiap 2 rakaat 1 kali salam. Yang masih pemula atau belum terbiasa dengan sholat dhuha mulailah dengan sekemampuannya saja, sebab yang lebih baik itu sesuatu yang di kerjakan secara terus menerus bukan satu kali banyak namun kedepannya tidak mengerjakan lagi.

3. Tata Cara Sholat Dhuha

Pertama: Niat Sholat Dhuha

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatad dhuhā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”

Niat dibacakan ketika takhbiratul ihram, tangan diangkat mulut mengucapkan allahuakbar bersamaan dengan itu dalam hati menghadirkan niat sholat dhuha.

Kedua: Membaca Doa Iftitah

Keiga: Membaca Surat Al-Fatihah

Kelima: Membaca Salah Satu Ayat/Surat Dari Al-Quran di anjurkan surat Asy Syams (Was-Syamsi wa dhuhaha)

Keenam: Ruku Beserta Tumaninahnya dan membaca doa ruku

Ketujuh: "itidal (berdiri dari ruku)beserta Tumaninahnya dan membacakan doanya

Kedelapan: Sujud Pertama Beserta Tumaninahnya dan membacakan doanya

Kesembilan: Duduk diantara sujud beserta tumaninahnya dan membacakan doa

Kesepuluh: Sujud kedua beserta tumaninah dan membaca doanya

Kesebelas: Bediri Untuk  melakukan rakaat kedua

Kedua belas: Membaca Surat Fatihah

Dilanjut kemudian membaca salah satu ayat/surat dari al-qur'an di anjurkan surat Al-Kafirun (Qul ya ayyuhal kafirun) Pada Rakaat kedua. Selanjutnya lakukan seperti rakaat pertama hingga sujud kedua, setelah sujud kedua lalu duduk untuk melakukan tahiyat akhir yang di tutup dengan salam.

Jika bermaksud sholat dhuha lebih dari 2 rakaat, maka ulangi lagi tata cara di atas. Jika sudah selesai jangan lupa untuk berdoa.

4. Doa Sholat Dhuha

 اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholihiin.

Artinya: Ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-Mu, dan keindahan adalah keindahan-Mu, dan kebagusan adalah kebagusan-Mu, dan kemampuan adalah kemampuan-Mu, dan kekuatan adalah kekuatan-Mu, serta perlindungan adalah perlindungan-Mu. ya allah apabila rizqiku berada di langit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-Mu, keindahan-Mu, kebagusan-Mu, kemampuan-Mu, kekuatan-Mu dan perlindungan-Mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang shaleh.

5. Keutamaan Sholat Dhuha

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ

Artinya: “Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampuni segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan,” (HR Hakim)

Kebutuhannya akan dicukupi oleh Allah. Allah bersabda dalam hadits Qudsi:

اِبْنَ آدَمَ ، اِرْكَعْ لِيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Artinya: “Wahai anak Adam, ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupi-Mu di sisa hari-Mu,” (HR Ahmad)

Janji allah swt akan selalu mencukupi orang yang bisa menjaga sholat dhuha serta dosa-dosa di ampuni meskipun dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Sangat luar biasa keutamaan sholat dhuha ini, pantas saja jika banyak pendapat yang mengemukakan bahwa pembuka pintu rezeki adalah dengan sholat sunnah pagi hari, sebab dengan jelas terpampang dalam hadits qudsi tersebut tentang keutamaannya seperti itu.

Jika sudah memahami tentang tata cara niat doa sholat dhuha waktu latin dan artinya serta keutamaan dan hikmahnya. Diketahui pula bahwa jalan untuk lancar rezeki adalah sholat dhuha dengan tidak tertinggalkan. Yakin semua orang pun sudah pernah mendengar tentang ini akan tetapi kebanyaknya masih belum ada kesempatan atau malas melakukannya, mulai dari sekarang mari sholat dhuha.