Bacaan Tata Cara Doa Niat Mandi Wajib Junub Besar Yang Benar

Niat Mandi Wajib - Zaman sekarang ini semakin banyak orang yang mengabaikan terhadap praktik bersuci yang baik dan benar, terutama berhubungan dengan tata cara mandi wajib. Kebanyak hanya memahami bahwa dalam pelaksanaan bersuci dari hadast besar ini cukup dengan mandi, membasuh seluruh tubuh tanpa memperhatikan panduan yang sudah di syariatkan dalam agama islam, misalnya niat mandi wajib dan peraktiknya yang benar.

Mandi junub atau bersuci dari hadats besar ini bisa di bilang menjadi pokok dari banyak permasalahan, karena berhubungan dengan banyak hal seperti kebersihan tubuh dan berkaitan dengan peribadahan baik ibadah wajib atau sunnah. Sebagaimana banyak keterangan yang mengemukakan bahwa ketika seseorang masih memiliki hadast besar entah itu di sebabkan karena junub atau nifas, melahirkan dan haid maka tidak sah melaksanakan sholat, dilarang berdiam di masjid, melafadzkan ayat suci al-qur'an, thawaf dan yang lainnya.

Junub (janabah) adalah suatu keadaan dimana seseorang berada dalam kondisi dua hal. Pertama keluarnya air mani dari kemaluan laki-laki atau wanita entah itu di sebabkan karena mimpi, berhayal yang tidak-tidak, timbul gairah karena melihat sesuatu lawan jenis, dipegang sendiri atau lain sebagainya. Kedua karena terjadinya hubungan suami istri meskipun keduanya tidak mengeluarkan mani. Apabila kedua hal tersebut terjadi maka diwajibkan untuk segera mandi wajib agar terlepas dari hadast besar.

Bacaan Tata Cara Doa Niat Mandi Wajib Junub Besar Yang Benar

Ada banyak sekali keterangan hadits yang menunjukan tentang hukum mandi wajib junub, serta ini bisa menjadi dalil tentang pentingnya posisi bersuci dari hadats besar, salah satunya seperti dari riwayat Bukhari dan Muslim bunyinya :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا اغتسل من الجنابة غسل يديه ، ثم توضأ وضوءه للصلاة ، ثم اغتسل ، ثم يخلل بيده شعره حتى إذا ظن أنه قد أروى بشرته أفاض عليه الماء ثلاث مرات ، ثم غسل سائر جسده

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha; dia berkata, “Bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi dari janabah maka beliau mulai dengan mencuci kedua telapak tangannya, kemudian berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya kedalam air kemudian menyela dasar-dasar rambutnya, sampai beliau menyangka air sampai kedasar rambutnya kemudian menyiram kepalanya dengan kedua tangannya sebanyak tiga kali kemudian beliau menyiram seluruh tubuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Rukun Dan Tata Cara Mandi Wajib

Rukun dalam mandi wajib ada 3 yaitu pertama niat, kedua menghilangkan atau membersihkan najis dari tubuh (bila ada), ketiga mengguyur seluruh tubuh dengan air sampai merata. keduanya harus terpenuhi agar mandi wajib menjadi sah, adapun untuk bacaan niatnya :

Niat mandi Wajib Junub

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ اْلأَكْبَرِ مِنَ اْلِجنَابَةِ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla li raf’il hadatsil akbari minal jinaabati fardhol lillahi ta’ala

"Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari janabah, fardhu karena Allah ta'ala."

Menurut madzhab Syafi'i menghadirkan niat ini bersamaan dengan saat pertama kali air di guyurkan ke tubuh.

Tata Cara mandi Wajib

Pertama: Ketika pertama kali masuk ke kamar madi, basuhlah terlebih dahulu tangan hingga tiga kali basuhan.

Kedua: Kotoran atau najis yang masih menempel di tubuh di bersihkan dulu.

Ketiga: lakukan wudhu sebagaimana ketika hendak sholat termasuk juga doa-doanya di baca, setelah itu akhiri dengan menyiram kedua kaki.

Keempat: Awalilah mandi janabah dengan mengguyur bagian kepala sebanyak tiga kali serta bersamaan dengan itu membacakan niat mandi junub sebagaimana bacaan niat yang sudah tertera di atas.

Kelima: Selanjutnya siramlah bagian badan sebelah kanan hingga 3 kali dan bagian kiri hingga tiga kali juga, juga jangan lupa untuk menggosok-gosok bagian depan serta belakang 3 kali juga. Pastikan air mengalir keseluruh tubuh termasuk bagian-bagian lipatan-lipatan kulit, pangkal rambut atau bulu jenggot atau bulu yang ada pada tubuh, pastikan dengan benar air merata masuk pada bagian-bagian luar tubuh.

Keenam: Jika Sudah Selesai bewudhu Lagi

Dari semua praktik di atas yang termasuk rukun atau wajib dalam mandi wajib hanyalah niat, membersihkan najis atau kotoran dan mengguyur air keseluruh tubuh, selebihnya adalah sunnah dalam mandi wajib yang memiliki keutamaan-keutamaan. Kata imam Ghazai, sangat merugi bagi siapa saja yang mengabaikan perkara-perkara sunnah karena kesunnahan dapat menambal kekurangan-kekurangan terhadap amalan fardhu.

Apakah Lubang Hidung dan Mulut Harus Di Basuh Saat Mandi Wajib ?

Dalam mandi wajib yang harus di basuh adalah bagian luar tubuh adapun mulut dan hidung meskipun terbuka tidak termasuk bagian zahir (luar) tubuh karena organ penutupnya terputus. Sehingga disarankan bagi siapa saja yang melakukan mandi wajib untuk memenuhi rukun dan sunnah mandi termasuk wudhu.

Sampai disini, kiranya pembahasan tentang bacaan tata cara doa niat mandi wajib junub besar yang benar termasuk syarat rukun laki-laki perempuan menurut agama islam sudah dapat di pahami dengan baik. Dan insyaallah uraian ini bisa menjadi pengetahuan untuk lebih memperbaiki amalan-amalan dalam beibadah, jangan sekali-kali mengabaikan mandi wajib karena dampaknya sangat besar.