Khutbah Jumat Bulan Rajab Singkat Terbaru 1443 H 2022

Khutbah Jumat Bulan Rajab - Hati setiap umat muslim saat ini pasti sedang gembira, karena bulan rajab 2022 1443 H telah tiba. Rasa syukur akan selalu terpanjatkan dengan tibanya bulan ini, karena rajab termasuk bulan mulia, dimana semua amal kebaikan baik berupa ibadah atau amalan baik duniawi, berlipat ganda pahalanya.

Rajab juga menjadi salah satu bulan yang selalu di rayakan kedatangannya oleh umat muslim, dengan cara memperbanyak amalan sholat, puasa sunnah bahkan meningkatkan diri dalam mencari dan berbagi ilmu. Pada bulan rajab, tradisi umat muslim indonesia selalu membuat sebua acara khusus berupa selamatan dengan di isi oleh ceramah keagamaan.

Beragam tradisi umat muslim indonesia ini tentunya sangat baik sekali dan memberikan manfaat luar biasa, tidak hanya di dalamnya beisikan tentang peningatan amal ibadah tetapi juga mengingatkan agar tidak lupa akan sejarah besar yang terjadi pada bulan rajab yaitu isra dan mi'raj baginda Nabi Saw.

Khutbah Jumat Bulan Rajab Singkat Terbaru 1443 H 2022

Begitu juga dengan para utadz atau khatib jum'at, jangan lupa untuk sedikit mengingatkan peristiwa besar bulan rajab pada setiap ceramah, agar saudara kita tidak lupa dan anak-anak bisa tahu begaimana peristiwa tersebut terjadi. Sebab apabila sejarah-sejarah seperti ini sudah tidak lagi menggema dalam ceramah-ceramah, sekian tahun kedepan akan di lupakan.

Oleh sebab itu, Dalam contoh khutbah ini, kami akan berikan judul "Isra Dan Mi'raj". Tulisan ini hanyalah sebagai contoh saja, karena kami yakin para khatib jum'at sudah lebih pintar menyampaikan pembahasan. Untuk isi khutbah tentang Isra Miraj, mari simak dengan baik di bawah ini.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Khutbah Pertama

بِّسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ ، اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَحْرَمَ رَجَبَ بِإِسْرَاءِ الرَّسُوْلِ مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ اْلأقْصَى ، وَالَّذِيْ يَأْمُرُنَا بِالتَّقْوَى مْدَّةَ أُمُوْرِنَا ، 
نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ فِيْ كُلِّ أَهْوَالِنَا ، أشْهَدْ أنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أشْرَفِ عِبَادِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَعِتْرَتِهِ 
 أمَّا بَعْدُ : فَيَا أيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَالسَّمْعَ وَالطَّاعَةِ 

قَالَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى : سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ (الإسراء: 1) 

وَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ألاَ إنَّ الزَمَانَ قَدْ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْم خَلَقَ اللهُ السَّمَوَاتَ وَالْأرْضَ السَّنَةَ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً مِنْهَا أرْبَعَةُ حَرَمٌ، ثَلَاثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو القَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرُّ بَيْنَ

Puji syukur, mari kita sama-sama panjatken ke hadirat Alloh SWT yang senantiasa memberikan berbagai nikmat yang tidak pernah bisa terhitung banyaknya, yaitu nikmat yang selalu tak terputus-putus untuk setiap makhluknya baik siang atau malam, bahkan ketika sedang tidur atau pun saat bangun.

Diantara nikmat yang begitu berharga namun banyak manusia yang lupa mensyukurinya yaitu berupa nikmat sehat, rezeki yang selalu ada dan cukup setiap hari, keberkahan usia dan yang paling utama adalah nikmat iman, sehingga dengan nikmat-nikmat tersebut, kita semua saat ini masih diberi kekuatan untuk bersama-sama menjalakan kewajiban berupa shalat jumat.

Sholawat dan salam, semoga selamanya tetap terlimpah curahkan kepada baginda kita nabi muhammad saw, juga kepada keluarganya, sehabatnya, dan seluruh umatnya yang masih taat kepadanya hingga akhir zaman. Dan semoga juga kita semua masuk dalam golongan umat baginda nabi yang mendapatkan syafaat di hari akhir nanti.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Di Bulan mulia ini, kita selaku umat muslim di ingatkan kembali dengan sebuah peritiwa yang begitu besar. Sejarah besar ini terjadi di luar akal nalar manusia biasa, jika bukan dengan ilmu dan keimanan, sudah pasti dan yakin sulit untuk mempercayainya, yaitu baginda nabi saw di israkan oleh allah swt dari masjidil haram ke masjidil aqsa, kemudian di mi'rajkan ke sidratulmuntaha atau langit ketujuh.

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ البَصِيرُ

“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami, sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-Isra: 1)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Kejadian isra miraj ini tidak hanya sebatas peristiwa luar biasa, tetapi juga menjadi ujian besar bagi keimanan setiap umat muslim sepanjang masa, akan kebenaran atau tidaknya risalah yang di bawa oleh baginda Nabi Saw tersebut. Apabila hanya logika yang berpikir, apakah ada orang sehebat apapun yang mampu melakukan perjalanan yang begitu jauhnya hanya dalam waktu singkat.

Bagi orang yang pernah melakukan perjalanan dari masjidil haram ke masjidil aqsa, pasti paham betul berapa jauhnya jarak dan berapa lamanya perjalanan yang harus di tempuh. Apalagi pada masa Nabi SAW belum ada yang namanya kendaraan baik mobil atau pesawat terbang.

Tidak hanya berhenti di masjidil aqsa tetapi nabi juga melakukan perjalanan ke langit ke tujuh, yang mana belum ada satu pun manusia yang kesana meski saat ini teknologi dikatakan sudah serba canggi. Tetapi baginda nabi membawa risalah, bahwa beliau hanya melakukannya sehari semalam.

Ini adalah ujian tingkat tinggi bagi keimanan setiap umat muslim, apabila tidak di yakini dengan ilmu dan keimanan kepada sang maha kuasa yang kuat, maka pasti susah diterima. Maka tidak heran juga apabila ketika nabi menyampaikan hal tentang isra miraj, banyak sekali yang murtad dan menentangnya, termasuk juga sebagian dari golongan umat muslim waktu itu.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Di waktu pagi, setelah malamnya beliau melakukan isra dan miraj, sempat merasa bingung, bagaimana caranya menyampaikan kejadian ini kepada umatnya, sebab beliau pernah melakukan perjalanan sewaktu berdagang bersama kafilah pedagang kaum quraisy, dari makah ke Baitul Maqdis di Palestina membutuhkan waktu perjalanan selama satu bulan.

Menyampaikan kisah ini merupakan sesuatu yang tidak mudah untuk di dilakukan oleh baginda rasul, sebab tidak mustahil akan ada banyak orang yang tidak mempercainya bahkan mengingkarinya. Akan tetapi rasa bingung tersebut hilang dan nabi merasa yakin bahwa kebenaran ini harus di sampaikan.

Kemudian di waktu itu juga Nabi saw keluar rumah dan mendatangi tempat berkumpulnya kaum Quraisy, dan setelah abu jahal datang beliau menceritakan apa yang telah di alaminya tadi malam kepada abu jahal. Lalu abu jahal bertanya kepada Nabi.

هل من خبر يا محمد؟

“Wahai Muhammad, apakah ada yang ingin engkau katakan ?”

Nabi Menjawab

نعم

“Betul“

Abu jahal Bertanya lagi

وما ذاك

"Apakah itu ?"

Rasulullah menjawab

أسري بي ليلة البارحة إلى المسجد الأقصى

"Tadi malam aku telah diisra’kan (diperjalankan) ke Masjidil Aqsha"

Abu jahal Bertanya lagi

وعدت من ليلتك

Benarkah itu ?"

Rasulullah menjawab lagi

نعم

“Betul“

Kemudian Abu jahal Bertanya lagi

يا أبن أخي! أترى إن جمعت لك أندية قريش أتخبرهم بما أخبرتني به,

"Hai anak saudaraku, Apakah kamu mau menceritakan kepada kaummu yang lainnya, apa yang baru saja engkau ceritakan kepadaku ?”

Rasulullah menjawab

نعم

“Betul“

Lalu Abu jahal memanggil para kaumnya

"يا بني كعب ابن لؤي! يا معشر قريش! هلموا إلي فاجتمعوا من كل حدب وصوب تاركين أنديتهم حتى أقبلوا، قال: اسمعوا ما يقول محمد

"Wahai Bani Ka’b bin Lu’aiy, Hai kaum quraisy, kemarilah, berkumpullah kalian dari semua pelosok, dengarkanlah apa yang akan di sampaikan Muhammad"

Setelah semuanya berkumpul, kemudian nabi saw menceritakan risalah seperti yang telah di sampaikannya kepada Abu jahal berupa kebenaran peristiwa isra dan mirajnya. Karena nabi tidak akan menyampaikan sesuatu hal kepada umatnya, jika itu bukanlah kebenaran.

Akan tetapi mendengan apa yang di ceritakan nabi, tidak sedikit dari kaum tersebut yang tidak mempercainya, bahkan mereka-mereka yang tadinya percaya terhadap nabi pun, meragunakan, merasa bimbang akan kebenaran isra miraj yang di ceritakan nabi tersebut. Bahkan yang lebih parahnya lagi, banyak dari mereka yang menganggap Nabi SAW sudah tidak waras.

Setelah itu, kemudian para kaum tersebut mendatangi Sayyidina Abu Bakar untuk menceritakan apa yang Nabi saw ceritakan kepada mereka.

Mereka bertanya kepada abu bakar

 هل لك في صاحبك ؟‍ يزعم أنه أسرى به الليلة إلى بيت المقدس

"Apakah engkau telah mendengar sahabatmu? Yang mengaku telah diperjalankan ke Baitul Maqdis malam tadi:"

Sayyidina Abu Bakar Menjawab

لئن كان قال ذلك لقد صدق

"Seandainya dia (Muhammad) mengatakan seperti itu, sungguh itu pasti benar"

Orang-orang quraisy tersebut bertanya lagi dengan rasa heran

 تصدقه أنه ذهب الليلة إلى بيت المقدس وجاء قبل أن يصبح ؟

"Apakah anda membenarkannya bahwa dia telah pergi malam tadi ke Baitul Maqdis kemudian sebelum subuh sudah tiba kembali?"

Abu Bakar menjawab dengan penuh keyakinan

إني لأصدقه بما هو أبعد من ذلك ، أصدقه بخبر السماء ، في غدوة أو روحه

"Sesungguhnya aku telah membenarkan yang lebih aneh dari itu, aku membenarkannya yang menerima berita dari langit, ketika pagi atau sore".

Maka dari itulah abu bakar memiliki panggilan "Abu Bakr ash Shiddiq" yaitu yang membenarkan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Di bulan rajab ini baginda nabi saw menerima wahyu dari allah swt berupa sholat lima waktu secara langsung tanpa perantara malaikat jibril, dan ini menandakan bahwa sholat sangat penting sekali dan menjadi pondasinya agama.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda.

 الصَّلَاةُ عِمَادُ الدِّيْنِ فَمَنْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَهَا فَقَدْ أَقَامَ الدِيْنَ وَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ هَدَمَ الدِّيْنَ (رواه البيهقي) 

Artinya: “Sholat (lima waktu) mangrupakeun tihang agama,sing saha anu ngadrikeunana berarti manehna tos ngadirikeun agamana jeung sing saha anu ninggalkeunana berarti manehna atos ngarubuhkeun agama”. (HR.Baihaqi)

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Dalam perjalanan nabi ke sidratul muntaha, ada banyak sekali yang nabi lihat disana, di antaranya beliau melihat orang-orang yang memotong-motong lidahnya hingga putus, kemudian lidah tersebut tersambung lagi, dan dipotong lagi dan terus menerus seperti itu. Nabi bertanya kepada malaikat jibril "wahai jibril siapakah orang itu" jibril menjawab " itu adalah siksa bagi orang-orang ahli ceramah atau berpidato, akan tetapi tidak di amalkan oleh dirinya sendiri.

Selanjutnya nabi saw juga melihat yang mencakar-cakar perutnya terus menerus, Nabi pun bertanya lagi kepada malaikat jibril "Wahai jibril siapakah orang itu?" malaikat jibril menjawah "Wahai nabiyullah, itu adalh siksaan bagi orang-orang suka menceritakan kejelekan-kejelekan orang lain". Dan masih banyak lagi peristiwa-peristiwa yang nabi lihat selama perjalanannya tersebut.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Bulan rajab dan peristiwa isra dan mi'raj Baginda Nabi SAW memberikan banyak sekali pelajaran yang bisa meningkatkan keimanan kita kepada allah swt. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu di jaga keimanan, dan semoga selalu mendapatkan ridha allah swt, Amiiin.

 بارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 

Khutbah Kedua:

 اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. 
أَمَّابَعْد يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ 
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَآأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا 

اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. 

اللهم اغْـفِـرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْـفِـرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ 
اللهم إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى. 
اللهم إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا ، 
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Sehabatku para pembaca semua, semoga contoh khutbah jumat bulan rajab di atas bisa memberikan gambaran pembahasan untuk khatib yang di tugaskan untuk meminpin khutbah pada bulan rajab ini. Ini adalah hanya ulasan singkat yang masih bisa di kembangkan lagi lebih luas agar bisa dengan mudah di pahami oleh para jamaah semua, semoga berkah dan bermanfaat.